Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Siswa SMA di Cibeber Alami Trauma, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Ruang Cianjur – Seorang siswa SMA IT Al-Hanif Cibeber berinisial F diduga menjadi korban perundungan yang berujung pada aksi kekerasan fisik oleh sejumlah kakak kelasnya. Akibat kejadian tersebut, siswa kelas XI itu mengalami luka memar di bagian mata dan disebut mengalami trauma hingga keluarganya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
Kerabat korban, AS, menuturkan, peristiwa itu bermula saat F yang menjabat sebagai kepala kamar siswa kelas XI mendapat tugas dari pihak sekolah untuk memeriksa setiap kamar guna memastikan seluruh siswa mengikuti salat berjamaah.
“Saudara saya F ini kepala kamar siswa kelas 11 dan mendapat tugas mengecek setiap kamar siswa untuk memastikan mereka mengikuti salat berjamaah,” ujar AS, Sabtu (1/8/2026).
Saat melakukan pemeriksaan, kata AS, F menemukan empat siswa yang belum mengikuti salat berjamaah. Salah seorang di antaranya diketahui bersembunyi di dalam lemari.
Menurut AS, F kemudian berinisiatif memberikan efek jera kepada siswa tersebut dengan menyemprotkan hand spray ke arah korek gas hingga menimbulkan percikan api, dengan tujuan agar siswa itu keluar dari tempat persembunyiannya.
“Tindakan itu kemudian dipersoalkan oleh siswa tersebut yang selanjutnya mengadu kepada siswa kelas XII,” katanya.
AS mengungkapkan, setelah pengaduan itu, F diduga dibawa dan disekap di salah satu ruang kelas selama kurang lebih tiga jam oleh sembilan siswa kelas XII.
“Ada sembilan orang siswa kelas 12 yang menyekap F selama sekitar tiga jam. Salah satunya disebut merupakan anak kepala sekolah. Selama penyekapan, F diduga mengalami kekerasan fisik maupun verbal,” ungkapnya.
Peristiwa tersebut, lanjut AS, semula tidak diketahui oleh pihak keluarga. Dugaan penganiayaan baru terungkap ketika orang tua F datang menjenguk dan korban tiba-tiba meminta untuk dibawa pulang.
Sesampainya di rumah, F menceritakan kejadian yang dialaminya. Keluarga juga melihat adanya luka memar di bagian mata serta kondisi psikologis korban yang disebut mengalami trauma.
“Keluarga kemudian mencoba menghubungi pihak sekolah. Namun kami merasa pihak sekolah terkesan menutup-nutupi kejadian tersebut, sehingga akhirnya memutuskan membuat laporan ke Polsek Cibeber,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA IT Al-Hanif Cibeber, Fitria, belum memberikan penjelasan rinci terkait dugaan perundungan yang berujung pada kekerasan fisik terhadap salah satu siswanya.
“Untuk lebih jelas permasalahan sebenarnya bisa kita ngobrol,” kata Fitria singkat saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut atas laporan yang telah dibuat keluarga korban. Dugaan keterlibatan para siswa dalam insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *