Ruang Cianjur – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dikeluhkan warga. Gangguan distribusi air disebut kerap terjadi, terutama pada akhir pekan, hingga membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
IS Salah seorang warga Ciranjang mengungkapkan, kondisi tersebut bukan hanya terjadi sesekali. Menurutnya, aliran air pada akhir pekan kerap terhenti dan ketika kembali mengalir, waktunya sangat terbatas.
“Setiap akhir pekan selalu mati, nyala air hanya sejam dalam sehari. Tidak ada informasi jelas kepada masyarakat terkait kendala air. Kualitas air juga kurang baik,” ujar warga tersebut.
Warga menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan distribusi air, tetapi juga menyangkut komunikasi antara pihak PDAM dengan pelanggan. Minimnya informasi mengenai penyebab gangguan dinilai membuat masyarakat kebingungan.
Atas kondisi tersebut, warga meminta jajaran direksi PDAM melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan kinerja pegawai di wilayah Ciranjang.
“Ini kan menyangkut hak dan kewajiban. Kami dituntut membayar tepat waktu, tapi kewajiban mereka tidak ditunaikan,” pungkasnya.
PDAM Ungkap Kendala Pasokan
Sementara itu, Arif Kepala PDAM Cabang Ciranjang memberikan penjelasan terkait gangguan pelayanan tersebut. Pihak PDAM menyebut kondisi pasokan air saat ini memang menghadapi sejumlah kendala.
“Kebetulan kami banyak kendala masalah pasokan airnya, Pak, karena musim kemarau. Mungkin pelayanan kami banyak terkendala,” ujarnya.
Selain faktor musim, gangguan juga terjadi pada proses pengolahan air. Salah satunya di pengolahan Cisuru yang menurut pihak PDAM sedang terdampak kegiatan pengerukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Semacam yang di pengolahan Cisuru, dari tanggal 26 lagi ada pengerukan dari BBWS sampai sekarang belum beres,” jelasnya.
Pihak PDAM juga menyebut kondisi sumber air dari WTP Cisokan mengalami perubahan. Pada beberapa bulan sebelumnya, debit air disebut terus mengalami penyusutan. Namun, ketika hujan turun, kondisi justru dapat berubah menjadi banjir bandang.
“Dari WTP Cisokan bulan-bulan kemarin surut terus, sekarang hujan terjadi banjir bandang. Makanya sering terhenti produksi dari pengolahan kami,” katanya.
Terkait keluhan mengenai minimnya informasi kepada pelanggan, pihak PDAM membantah jika tidak memberikan pemberitahuan. Menurutnya, informasi mengenai perbaikan maupun penghentian sementara aliran air telah disampaikan melalui media sosial.
“Malahan kami sebar ke medsos apabila ada perbaikan dan pemadaman air, Pak, setahu kami,” ungkapnya.
Arif juga menambahkan bahwa dirinya masih tergolong baru bertugas di Cabang Ciranjang.
Dengan adanya sejumlah kendala teknis tersebut, masyarakat berharap PDAM tetap meningkatkan komunikasi kepada pelanggan serta memastikan gangguan pelayanan dapat ditangani secepat mungkin.
Di sisi lain, evaluasi terhadap pola distribusi dan pelayanan dinilai tetap diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian informasi serta pelayanan air yang lebih baik.(Red)












