Ruang Cianjur – Debit air Sungai Cibuni di wilayah Kecamatan Kadupandak mengalami penurunan tinggi muka air (TMA). Kondisinya dipicu kemarau panjang ekstrem sejak beberapa bulan terakhir.
Abdul, warga setempat, mengatakan kemarau kali ini terjadi penurunan tinggi muka air yang signifikan. “Surut lebih dari 2/3 debit air pada kondisi normal,” kata Abdul, Rabu, 9 September 2026.
Debit air aliran Sungai Cibuni di Kecamatan Kadupandak tergantung pada titik hulu di Kecamatan Tanggeung, Pagelaran, dan Pasirkuda. Sejak beberapa bulan terakhir, di wilayah tersebut minim terjadi hujan.
“Sungai Cibuni ini aliran airnya dari Pagelaran, Tanggeung, dan Pasirkuda. Jadi kalau di hulu sana tidak ada hujan, ke hilir debitnya pasti berkurang,” ujarnya.
Surutnya air di aliran Sungai Cibuni berdampak terhadap pertanian. Pasalnya di Kecamatan Kadupandak tidak turun hujan sejak tiga bulan lalu.
“Kalau untuk kebutuhan air sehari-hari masih tercukupi walau pun debit air sumur berkurang. Yang tidak ada itu untuk pertanian,” pungkasnya. (HDN)










