Ruang Cianjur – Kebakaran lahan di Kabupaten Cianjur mengalami peningkatan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat sedikitnya 18 kejadian kebakaran lahan yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan kebakaran lahan tersebut terjadi sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Lokasi kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan, baik wilayah utara maupun selatan Cianjur. Di antaranya Kecamatan Cikalongkulon, Cilaku, Cianjur, Cibeber, Sindangbarang, Sukaluyu, Cugenang, Cipanas, dan Karangtengah.
“Wilayah yang terdampak berada Kecamatan Cikalongkulon, Cilaku, Cianjur, Cibeber, Sindangbarang, Sukaluyu, Cugenang, Cipanas, dan Karangtengah,” kata Samudra, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 5.970 meter persegi atau hampir setengah hektare.
Samudra menyebut, sebagian besar kebakaran dipicu oleh faktor cuaca dan aktivitas manusia. Kondisi kemarau dengan suhu yang meningkat membuat rumput serta alang-alang kering menjadi lebih mudah terbakar.
Selain itu, kebiasaan masyarakat membakar sampah tanpa pengawasan juga menjadi salah satu faktor yang memicu meluasnya api.
“Penyebabnya yang membakar sampah karena teledor ditinggalkan. Akhirnya menyebar ke mana-mana. Termasuk juga banyak alang-alang dan rumput kering yang memicu kebakaran karena peningkatan suhu,” tuturnya.
Dari 18 kejadian tersebut, BPBD Cianjur mencatat terdapat satu orang meninggal dunia. Korban dilaporkan merupakan warga Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber.
Menyikapi meningkatnya kejadian kebakaran lahan, BPBD Cianjur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
Samudra juga meminta masyarakat tidak sembarangan membakar maupun membuang sampah yang mudah terbakar.
“Sampah organik bisa dipisahkan dengan cara dikubur dan diimbau tidak sembarangan membuang bahan-bahan mudah terbakar,” pungkasnya.(HDN)














