Heboh Dugaan Pemotongan Insentif, Ratusan Ormas Geruduk SPPG di Cibeber

Ruang Cianjur – Ratusan anggota gabungan organisasi masyarakat (ormas) mendatangi SPPG Peteuycondong 1 di Desa Peteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Kamis (13/8/2026).

Kedatangan massa dalam aksi unjuk rasa tersebut menyoroti dugaan pemotongan dan belum dibayarkannya hak insentif sejumlah mantan relawan SPPG Peteuycondong 1.

Massa yang tergabung dalam Pemuda Pancasila, FKPPI, Barak, dan BPKB Banten itu menyebut aksi kali ini merupakan aksi kedua. Mereka membawa sejumlah tuntutan, khususnya terkait pemenuhan hak para mantan relawan yang dinilai belum diselesaikan oleh pihak pengelola SPPG.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Cibeber, Ucu Sukandar, mengatakan pihaknya hadir untuk memperjuangkan hak masyarakat, terutama para mantan relawan SPPG.

“Pada prinsipnya kami memperjuangkan hak-hak masyarakat, terutama mantan relawan, dimana selama ini diperlakukan sewenang-wenang oleh pihak mitra dan yayasan,” kata Ucu.

Menurut Ucu, tuntutan tersebut muncul setelah pihaknya menerima sejumlah aduan dari mantan relawan terkait hak pembayaran yang belum diterima.

Ia menyebut terdapat dugaan pemotongan insentif relawan, terutama pada periode bulan Ramadan. Besaran pembayaran yang diterima para relawan disebut bervariasi.

“Ada dugaan pemotongan insentif relawan pada bulan Ramadan. Ada yang selama satu bulan menerima gaji Rp110 ribu, Rp210 ribu hingga Rp400 ribu,” ujarnya.

Ucu menegaskan, persoalan tersebut akan ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada Korwil SPPG setempat maupun Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain itu, dalam aksi tersebut juga disepakati penghentian sementara operasional SPPG Peteuycondong 1. Kesepakatan tersebut disebut telah dituangkan dalam surat yang ditandatangani di atas materai.

“Kami bersama Kepala SPPG sepakat untuk memberhentikan sementara kegiatan operasional dapur dari mulai Senin 17 Agustus hingga batas waktu yang belum ditentukan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Peteuycondong 1, Yoga Eriyanto, membenarkan adanya rencana penghentian sementara aktivitas dapur. Namun, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan Korwil SPPG terkait langkah selanjutnya.

“Terkait pemberhentian operasional SPPG Peteuycondong 1, langkah selanjutnya berkoordinasi dengan Korwil setempat,” kata Yoga.

Hingga kini, persoalan dugaan pemotongan insentif dan hak pembayaran mantan relawan tersebut masih menjadi perhatian massa aksi. Pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan dan menyelesaikan persoalan tersebut secara transparan.(HDN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *