Ruang Cianjur – Tumbangnya tower telekomunikasi milik Kominfo di wilayah Kabupaten Cianjur yang menelan korban jiwa mendapat sorotan serius dari Pemuda Muslim Cianjur. Organisasi kepemudaan tersebut mempertanyakan standar struktur pembangunan serta jarak aman tower dari permukiman warga.
Ari Kurniawan, selaku Biro Hukum Pemuda Muslim Cianjur, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai peristiwa ini tidak bisa semata-mata dianggap sebagai musibah alam, melainkan harus diusut secara menyeluruh dari sisi teknis dan administratif.
“Perlu dipertanyakan bagaimana struktur pembangunan tower tersebut, apakah sudah sesuai dengan standar keselamatan dan ketentuan teknis yang berlaku. Selain itu, jarak aman tower dengan rumah warga juga harus menjadi perhatian serius,” ujar Ari.
Menurutnya, keberadaan tower di dekat permukiman warga, terlebih di area yang rawan aktivitas masyarakat dan anak-anak, berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak diawasi dan dirawat dengan baik.
Pemuda Muslim Cianjur mendesak pihak terkait, termasuk Kominfo dan instansi teknis lainnya, untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan dan perizinan tower tersebut. Mereka juga meminta agar hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab.
“Jangan sampai ada kelalaian yang berulang. Ketika sudah ada korban jiwa, maka ini harus menjadi evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Selain itu, Ari menekankan pentingnya penegakan aturan dan pengawasan berkala terhadap seluruh tower telekomunikasi yang berada di wilayah Cianjur. Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih selektif dalam memberikan izin pembangunan tower, khususnya yang berada di dekat kawasan pemukiman padat.
Pemuda Muslim Cianjur berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran, demi menjamin keselamatan masyarakat ke depan.(AA)












