Ruang Cianjur – Wacana menjadikan latar belakang pendidikan sebagai salah satu pertimbangan dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Cianjur mendapat perspektif berbeda dari internal partai.
Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Warungkondang, U. Supriadi, menilai pendidikan tetap menjadi salah satu aspek penting. Namun, menurutnya, kualitas seorang calon ketua partai tidak cukup hanya diukur dari jenjang pendidikan formal.
Supriadi menegaskan, Partai Golkar Cianjur membutuhkan sosok pemimpin yang mampu bekerja, menggerakkan roda organisasi, melakukan konsolidasi, serta membangun kekuatan partai hingga ke tingkat akar rumput.
“Yang dicari DPD Golkar Cianjur bukan sekadar orang dengan pendidikan tinggi. Kita mencari pemimpin organisasi yang mampu bekerja, mengonsolidasikan kader, dan membawa Golkar Cianjur menjadi kuat,” kata Supriadi.
Menurutnya, Musda bukan sekadar forum untuk menentukan figur dengan latar belakang pendidikan tertinggi. Lebih dari itu, Musda merupakan momentum strategis untuk memilih pemimpin yang memiliki kapasitas menghadapi berbagai tantangan politik dan organisasi ke depan.
Karena itu, selain memenuhi persyaratan formal yang telah ditetapkan organisasi, sejumlah aspek lain dinilai penting untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan calon ketua.
Di antaranya rekam jejak di partai, pengalaman organisasi, loyalitas terhadap Partai Golkar, kemampuan melakukan konsolidasi, komunikasi politik, hingga kemampuan membangun soliditas kader.
“Memimpin partai itu tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Ada pekerjaan organisasi yang harus dilakukan. Ada kader yang harus dikonsolidasikan dan ada target politik yang harus dicapai,” ujarnya.
Supriadi berharap pelaksanaan Musda Golkar Cianjur tidak terjebak pada pertarungan antarkelompok pendukung maupun perdebatan mengenai latar belakang kandidat.
Menurutnya, setiap kandidat yang memenuhi persyaratan organisasi harus diberikan ruang yang sama untuk menunjukkan kapasitas, pengalaman, serta rekam jejaknya.
“Yang paling penting bagaimana setelah Musda Golkar Cianjur menjadi lebih solid. Jangan sampai Musda justru meninggalkan persoalan baru di internal,” katanya.
Ia menambahkan, ketua terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh elemen partai, termasuk kader yang memiliki pilihan berbeda selama proses Musda berlangsung.
Sebab, setelah Musda selesai, seluruh kader harus kembali bersatu dan bekerja bersama untuk membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Cianjur.
“Kita membutuhkan pemimpin yang bisa bekerja dan menyatukan kader. Ukurannya bukan hanya gelar pendidikan, tetapi bagaimana dia mampu membawa organisasi ini bergerak dan semakin kuat,” tegas Supriadi.(HDN)












