Ruang Cianjur – Jaringan Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Cianjur (JAMICA) menyoroti kegiatan pelatihan effective communication yang digelar oleh Bidang Pengembangan Pajak Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut dinilai tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran dan pengurangan transfer keuangan daerah dari APBN.
Koordinator JAMICA, Triyana Andika Putra, menilai pelatihan tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas, terutama di tengah tidak tercapainya target pendapatan daerah pada tahun anggaran 2025.
“Ketika target pendapatan daerah tidak tercapai, seharusnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan strategi peningkatan pendapatan, bukan justru menggelar kegiatan yang tidak berdampak langsung,” ujar Dika, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, penggunaan anggaran untuk kegiatan pelatihan semacam itu berpotensi menjadi pemborosan dan bertentangan dengan semangat efisiensi yang saat ini sedang diterapkan pemerintah pusat maupun daerah.
Dika menegaskan, Bapenda sebagai instansi pengelola pendapatan daerah seharusnya lebih fokus pada optimalisasi potensi pajak daerah serta perbaikan sistem pemungutan pajak, bukan pada kegiatan seremonial.
JAMICA pun mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur agar lebih selektif dalam menyusun program kerja dan memastikan setiap penggunaan anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan kepentingan masyarakat luas.(AA)






