Ruang Cianjur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhary Cianjur bersama warga Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, menggelar aksi gotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat tumpukan sampah, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi saluran drainase yang dipenuhi sampah plastik hingga menghambat aliran air. Persoalan ini disebut telah berlangsung cukup lama dan dipicu minimnya fasilitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Ketua RW 04 Desa Sukatani, Karom, mengatakan warga sebenarnya pernah memiliki tempat penampungan sampah. Namun, karena tidak ada sistem pengangkutan, sampah terus menumpuk hingga akhirnya tempat tersebut tidak lagi dapat digunakan.
“Dulu sempat ada bak sampah dan semua warga membuang ke sana, tapi tidak ada yang mengangkut sampahnya,” ujar Karom.
Menurutnya, setelah bak sampah meluap, warga tidak lagi memiliki pilihan karena desa belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut kemudian memicu kebiasaan membuang sampah ke saluran air dan sejumlah lokasi lainnya.
Melalui kegiatan gotong royong ini, mahasiswa KKN bersama masyarakat membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat saluran air agar aliran kembali lancar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Karom berharap aksi bersih-bersih tersebut dapat menjadi pemicu tumbuhnya kepedulian warga terhadap lingkungan. Meski demikian, ia menilai upaya menjaga kebersihan harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas dan sistem pengelolaan sampah yang memadai dari pihak terkait.
“Semoga dengan adanya kegiatan bersih-bersih ini warga semakin terdorong untuk lebih menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Warga berharap ke depan pemerintah dapat menyediakan fasilitas pengelolaan sampah, seperti TPS dan layanan pengangkutan sampah secara rutin, sehingga persoalan penumpukan sampah tidak terus berulang dan kebersihan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan.(MNI)












